Teaser – Tanjung Puting National Park #Orangutantrip

IMG_2308

Video Trip Taman Nasional Tanjung Puting (OrangutanTrip)

Advertisements

REVIEW BUKU INTELIGENSI EMBUN PAGI (SUPERNOVA 6)

intelegensi-embun-pagi-novel

 

PROLOG

Akhir Februari 2016 lalu rasa penasaran dan keingintahuan saya tumpah secara tidak normal. Rasa itu muncul berbarengan dengan keluarnya buku seri pamungkas Supernova milik penulis Dewi Lestari atau lebih sering disebut Dee Lestari. Yap buku berjudul Inteligensi Embun Pagi (IEP) adalah seri terakhir dari Supernova. Sebelumnya, tahun 2001 Mba Dee mengeluarkan 5 buku pendahulunya, Kesatria Putri dan Bintang Jatuh, Akar, Petir, Partikel dan Gelombang. Saya termasuk pembaca setia buku Dee Lestari, mulai dari seri Supernova, perahu kertas, Madre, Filosofi Kopi, dan Rectoverso, namun baru kali ini saya tertarik menulis review mengenai buku yang ditulis mba Dee.

Menerangkan tokoh dan karakter secara unik, menjabarkan sesuatu secara mendetil namun implisit, menuliskan teori-teori dengan Bahasa yang sidikit membingungkan, dan membuat alur cerita yang sama sekali tidak terduga oleh pembaca adalah karakter Dee yang saya tangkap dalam buku-bukunya. IEP terbit sekitar 2 tahun setelah buku sebelumnya yaitu Gelombang. Kenapa saya begitu menunggu-nunggu kehadiran buku ini? Yap karena saya menginterpretasikan 5 buku sebelumnya adalah puzzle yang masih belum lengkap dan terhubung, dengan hadirnya buku ini barulah puzzle-puzzle itu bisa sempurna dan bisa dimengerti artinya.

IEP-Book-3d

REVIEW

Judul                                     :  Inteligensi Embun Pagi
Penulis                                 :  Dewi Lestari
Tanggal Terbit                    :  Februari 2016
Penerbit                              :  Bentang Pustaka
Tebal Halaman                  :  724 hlm

Lembar demi lembar saya membaca buku ini, hal pertama yang saya harus katakan adalah “Jenius”. Rasa campur aduk yang saya rasakan bener-bener bikin penasaran apa sebenarnya yang dipikirkan sang penulis.

 

No More Chit Chat

Ya “no more chit chat” adalah kata yang tepat untuk menggambarkan buku ini. Awalnya saya juga ragu apa IEP bisa menjadi seri terakhir dari supernova, karena banyak sekali misteri yang belum terkuak di buku-buku sebelumnya. Tapiiiiii buku ini menjawab keraguan saya mulai dari lembar pertama. Basa-basi atau cerita pengantar di buku ini hampir ga ada, mungkin semua pengantar udah kenyang dimasukin ke-5 buku sebelumnya. Istilah yang akrab kita lihat di buku sebelumnya seperti Peretas, Infiltran, Sarvara, Umbra, Asko, Antarabhava, dll langsung diceritakan secara lugas di buku ini.

Bagaimana cara Gio terbangun dari amnesianya, perkenalan Kell dengan Alfa yang langsung terjadi di pesawat, Toni yang langsung terbangun dari amnesia setelah melihat Foniks di Supernova, dan masih banyak lagi yang diceritakan secara langsung tanpa adanya basa-basi.

 

Dikuliti Pelan Dan Tersusun Rapi

Yang ini sebenarnya masih ada hubungan nya dengan no more chit chat tadi tapi ini lebih terstruktur dan rapih sekaligus lebih menyayat.hehehe… Terlalu banyak tokoh utama di buku ini yang harus diceritakan dan mungkin terbatasnya halaman pada buku menjadi salah satu alasan mengapa misteri yang saya bilang puzzle tadi harus terkuak dan dikuliti secara bertahap.

Misteri-misteri mengenai hilangnya Diva, pencarian Alfa terhadap Ishtar, keunikan Bodhi dari kecil, kemampuan terapis nya Etra, pencarian zarah terhadap Firas dan lainnya dikupas secara perlahan dan pelan oleh mba Dee. Dari segitu banyaknya misteri yang harus diungkap yang saya kagumi adalah penempatan dan urutan cerita. Susunan dalam mengungkap misteri tersebut sangat mulus dan tidak menciptakan missing link dalam keseluruhan cerita, padahal ada banyak tokoh disana yang harus dibongkar rahasianya dan dihubungkan menjadi satu cerita.

 

Full Of Surprises

Ini lah alasan yang membuat saya betah berjam-jam membaca IEP walaupun mata sudah menolak untuk melihat huruf. “Gila” kejutan-kejutan yang dituliskan mba Dee bisa membuat saya melongo dan ngomong “ko bisa??” di dalam hati.

Siapa yang menyangka kalo Ibu Sati dan Simon adalah seorang Sarvara, Toni, Diva, Rana, Bong, Ferre, dan Firas adalah peretas dari gugus lain, Firas adalah anak dari Simon, Alfa yang melakukan penghianatan dan mati karena strateginya, Gio adalah seorang peretas, Pak Kas adalah infiltran, dan yang mengirim foto hasil jepretan Zarah ke perlombaan adalah Ibunya sendiri.

Surprise tersebut juga menggambarkan betapa jeniusnya si penulis untuk membelokan alur cerita yang sama sekali tidak terpikirkan oleh pembaca.

 

Patah Hati

Kalo yang ini sebenarnya perasaan yang saya alami sendiri setelah membaca IEP 🙂

Anda mungkin akan mengalami hal yang sama seperti saya apabila sudah menerawang lebih dahulu cerita akhir dari Supernova. Cerita ini benar-benar diluar dugaan dan prediksi yang saya bayangkan. Beberapa tokoh yang menurut saya penting untuk menyelesaikan puzzle di tenggelamkan dan dimatikan begitu saja oleh mba Dee -dilakukan secara telak-.

Diva yang begitu superiornya di buku KPBJ tidak terlihat signifikan peran nya di IEP. Begitu juga tokoh favorit saya “Firas” yang di matikan peran nya dan menjadi ga berdaya di buku ini. Justru muncul peran-peran baru yang sangat signifikan dan belum pernah terpikir sebelumnya, seperti Gio, Toni, Liong, dan peran yang aktif lainnya. Begitu juga ending yang bisa dibilang agak menggantung. Nasib si peretas puncak, pertemuan terakhir Bong dan Ferre, dan cerita lainnya yang benar-bena membuat rasa ingin tahu memuncak.

Jadi apabila anda membaca buku ber seri yang belum terbit buku terakhirnya jangan coba-coba untuk menerka dan menerawang endingnya seperti apa, jika tidak siap-siap merasakan patah hati seperti yang saya alami.hehehehe….

 

Kehilangan Ke Khasan Menulis

Banyak dari teman saya yang berpendapat di IEP mba Dee telah kehilangan karakter menulisnya. Karakter yang dimaksud seperti menerangkan teori-teori sains dengan detil dan menggunakan kalimat-kalimat kiasan, menerangkan suatu fenomena dengan detil dan implisit, dan membuat prolog atau pengantar yang bisa membuat pembaca menerawang dan membayangkan apa yang sedang mereka baca.

Ya saya sependapat dengan ini, kehilangan karakter mba Dee sangat terasa di buku ini, bahkan kalo saya bilang mba Dee merubah gaya penulisannya dari Supernova 4,5, dan 6. Dimana kita tahu di Supernova 1,2,dan 3 penjelasan untuk menggambarkan sesuatunya mba Dee masih kental dengan kalimat-kalimat kiasan dan implisit. Bagaimana ia menjelaskan badai serotonin, teori-teori fisika, proses reinkarnasi, keindahan alam asia, serta ilmu misterius yang dimiliki Elektra. Namun di buku sisa nya yang dijelaskan mba Dee sudah eksplisit, lebih to the point, dan dengan Bahasa yang sederhana.

Tapiiiii sekali lagi menurut saya ini adalah bagian dari kejeniusan si penulis. Menulis 6 seri buku dalam jangka waktu 15 tahun pasti butuh riset yang lama, pencerahan yang bagus, dan strategi yang matang. Bayangkan ke 6 buku seri supernova ditulis dengan cara yang sama seperti buku 1,2,dan 3, mungkin waktu yang dibutuhkan tidak 15 tahun bisa jadi lebih lama dari itu karena membutuhkan riset yang lama, pencerahan untuk mengeluarkan kata-kata yang keren, sampai strategi menyusun cerita yang baik.

So, IEP memang cocok disebut “Seri Pamungkas” untuk Supernova. Semua misteri yang ada di buku terdahulu terkuak di IEP ini. Untuk rekomendasi, buku ini sangat layak untuk dibaca agar rasa keingintahuan anda terhadap Supernova terobati dan kecintaan anda tentang genre Fiksi Ilmiah lebih besar lagi.

ORANGUTAN TRIP (JURNAL PERJALANAN TANJUNG PUTING)

 

Tanjung Puting? Orangutan?

Apa hubungannnya nama tanjung puting sama orangutan? walapun yang satu adalah nama tempat dan yang satu lagi adalah nama hewan, tapi jelas ini ada hubungan nya. Oke untuk prolog saya kasih tau dulu hubungan antara Tanjung Puting sama Orangutan.

Taman Nasional (TN) Tanjung Puting terletak di semenanjung Kalimantan Tengah. Di sini terdapat konservasi orangutan terbesar di dunia dengan populasi diperkirakan 30.000 sampai 40.000 orangutan yang tersebar di taman nasional dan juga di luar taman nasional ini. Selain itu TN Tanjung Puting juga merupakan cagar biosfer yang ditunjuk pada tahun 1977 dengan area inti TN Tanjung Puting seluas 415.040 ha yang ditetapkan pada tahun 1982.

Dengan status TN dan cagar biosfer TN Tanjung Puting ini dapat terjaga kelestariannya dan merupakan daya tarik salah satu wisata di Indonesia. Ini berbeda dengan konservasi orangutan yang terdapat di bagian Kalimantan lainnya di mana kita melihat orangutan di habitat buatan manusia.

Yapp bener banget Tanjung Puting adalah sebuah Taman Nasional sedangkan Orangutan adalah jenis kera besar (Ape) yang tinggal dan di konservasi dalam Tanjung Puting, jadi udah jelas kan apa hubungan nya antara kedua nya.

IMG_3476

Pada tanggal 6-8 Februari 2016 silam saya memutuskan untuk melihat salah satu ke eksotikan dan ke seksian pulau Borneo atau yang seanjutnya saya sebut Kalimantan (biar lebih Indonesia banget). Di Kalimantan banyak banget tempat-tempat yang kece, seksi, menantang, dan hot, salah satunya adalah Taman Nasional Tanjung Puting. Awalnya saya berpikir ngapain juga saya kesana, cuma mau liat orangutan dikasih makan, tapi menurut temen-temen saya yang pernah kesana yang bisa diliat dari TN Tanjung Puting bukan cuma orangutannya aja melainkan ada harta karun yang terpendam dan yang bener-bener kece buat diliat.

Setelah saya cek di internet ga lama saya langsung deal sama Trip Organizer nya untuk ikut open trip ke Tanjung Puting. Pendaftarannya ga ribet ko cuma tanya-tanya hari keberangkatan, transfer uang, dan deal kita langsung masuk list nya. Karena ini Open Trip dan kuota keberangkatan ada 6 orang jadi 5 orang lain nya orang-orang yang belum saya kenal, lumayan kan sekalian nambah temen baru.

Hari Pertama

Haru Sabtu saya naik pesawat yang berangkat jam 09.15 dari Soekarno Hatta dengan pesawat Trigana air. Menempuh perjalanan sekitar 1 jam 10 menit, pada jam 10.30 mendaratlah saya dengan elegan ke bandara Iskandar, Pangkalanbun. Bandara ini tergolong kecil karena ini adalah bandara Angkatan Udara jadi yang bisa masuk kesini cuma 2 maskapai komersil, Trigana air dan Kalstar Aviation. Setelah sampai di Bandara Pangkalnbun saya langsung di jemput oleh guide yang bernama mas Zulham. Sempat liat sekeliling ternyata banyak banget bule yang mendatangi bandara ini dan ternyata semua bule ini bertujuan untuk ke TN Tanjung Puting, mungkin ini yang dibilang temen saya sebagai harta karun.

Ga lama setelah anggota kami terkumpul, sebanyak 6 orang, kami langsung diberangkatkan menuju Pelabuhan Kumai dengan menggunakan Taksi bandara. Waktu yang ditempuh sekitar 15 menit dari bandara Pangkalanbun. Pelabuhan Kumai ga sebesar yang saya bayangkan, ukuran pelabuhan termasuk kecil tapi banyak banget kapal-kapal yang parkir disana, mulai dari kapal mewah, sedang, sederhana, sampai kapal dibawah sederhana (kapal seadanya). Sambil menunggu mas Zulham mengurus tiket dan administrasi kami ber-6 dibawa langsung ke kapal dan orang disini menyebutnya dengan “klotok”. Penamaan klotok didasari karena bunyinya yang bising menyerupai suara “tok..tok…tok” -penjelasan dari guide kami-. Klotok yang kami tumpangi termasuk berukuran sedang, ada 2 lantai dimana lantai bawah digunakan untuk ruang pengemudi, dapur, kamar mandi, dan lantai atas digunakan untuk kegiatan kami ber-6 (makan, tidur, serta santai-santai).

 

IMG_3234

Pelabuhan Kumai

Dari penilaian saya mas Zulham termasuk guide yang sangat berpengalaman untuk perjalanan ke Tanjung puting, mas Zulham juga menguasai Bahasa inggris, Indonesia, Banjar, dan Dayak, dan ternyata doi ini dulunya pernah menjadi ranger di Taman Nasional Tanjung Puting. Sekitar jam 11.00 kami diberangkatkan dari pelabuhan kumai menuju camp pertama yaitu camp Tanjung harapan. Perjalanan memakan waktu cukup lama yaitu sekitar 2 jam. Dalam perjalanan kami benar-benar disuguhkan pemandangan-pemandangan yang diluar dugaan, bisa melihat burung-burung yang entah apa namanya, buaya, monyet liar sampai bekantan.

Setelah sampai di camp tanjung harapan, sekitar jam 14.00 mas Zulham mnyuruh kami bersiap-siap untuk tracking ke dalam hutan menuju feeding station. Track yang di lalui cukup ringan dengan jalan datar dan tanah gambut. Setelah sampai di feeding station kami disuguhkan pemandangan yang WOOOW,, sekitar 4 orangutan yang sedang asik menikmati buah yang sudah disiapkan para ranger untuk makan siang mereka. Kalo beruntung kita bisa sangat dekat dengan orangutan dan foto bareng mereka yang sedang keluar jalur untuk mencari makan.

 

IMG_4391

 Feeding Station Camp tanjung Harapan

Jam 16.00 kami berjalan kaki kembali menuju klotok. Agenda selanjutnya adalah hunting foto dipinggir sungai sekonyer. Yang kami temui adalah banyak sekumpulan bekantan, monyet liar, bahkan kalo beruntung bisa bertemu buaya yang sedang nyebrang sungai atau sekedar sedang beristirahat di pinggir sungai. Setelah hunting selesai kami beritirahat di klotok sambil menikmati makan malam yang menunya luar biasa nikmat. Kegiatan selanjutnya ini yang saya tunggu-tunggu yaitu tracking malam hari menyusuri hutan di camp tanjung harapan. Karena ini malam hari kami di temani juga oleh ranger disana yang sangat berpengalaman dan hafal jalan. Di perjalanan malam banyak sekali yang dijelaskan oleh ranger yang saya lupa namanya.hehehe… Mulai dari hewan nocturnal yang biasa sering keluar, tanaman-tanaman obat, jamur yang bisa menyala dalam gelap, sampai tarantula, kalajengking dan kawanannya. Tracikng malam berlangsung sekitar 1 jam, sayangnya kami tidak begitu beruntung, yang kami temui hanyalah jamur yang bisa menyala dalam gelap, kalajengking, dan beberapa serangga raksasa.

Hari Kedua

Hari kedua kami dibangunkan oleh kicauan burung-burung yang sangat jarang terdengar di kota Jakarta. Udara pagi hari disana sangat sejuk, jadi sayang kalo ga dinikmatin. Setelah sarapan dan mandi, kami langsung dibawa menuju camp kedua yaitu Camp Pondok Tanggui. Di camp ini sama seperti camp sebelumnya, kami dwajibkan untuk tracking ke dalam hutan selama 30 menit menuju feeding station. Setelah sampai di feeding station kami bertemu orangutan bernama Albert. Albert bukan pejantan dominan di camp ini tapi melihat badannya yang besar seperti ga percaya ternyata ada lagi yang lebih besar dari Albert. Info dari ranger disana pejantan dominan sagat jarang terlihat pada saat pemberian makan, karena si dominan ini selalu berkeliling untuk mengecek daerah kekuasaannya. Pejantan dominan yang ada di camp pondok tanggui bernama Gundul. Jadi kalo kalian bertemu si dominan saat berkunjung ke camp maka disitulah kalian bisa disebut sangat beruntung.

IMG_3446

Feeding Station Camp Pondok Tanggui

Setelah puas melihat proses feeding di pondok tanggui kami langsung bergegas kembali ke klotok untuk menuju ke camp pamungkas, yaitu Camp Leakey. Butuh 1,5 jam dari pondok tanggui untuk mencapai ke camp leakey. Camp leakey ini menjadi camp terlaris bagi para pengunjung karena disana terdapat pusat informasi mengenai orangutan dan hewan-hewan liar lainnya, selain itu pejantan dominan disini yang bernama si Tom juga sangat terkenal dibanding dengan pejantan dominan di camp-camp sebelumnya.

Sesampainya di camp leaky kami langsung tracking menuju pos dan information center. Di information center ini benar-benar full of education, karena banyak sekali info-info yang saya ga tau sama sekali mengenai konservasi, orangutan, bekantan, dan hewan-hewan liar lainnya. Saking meng edukasinya saya baru sadar ternyata yang mendirikan konservasi orangutan ini adalah seorang WNA (Jerman) yang bernama Prof. Birute Galdikas. Prof  Birute udah menaruh perhatian ke orangutan sejak tahun 1975, kebayag kan lama nya gimana mendedikasikan hidup untuk Orangutan. Di information center ini juga saya bisa tau sebenernya musuh utama orangutan yang menyebabkan mereka bisa sampai mendapatkan status “hewan langka” itu siapa. Kalo pada penasaran siapa, mungkin bisa langsung diagendakan mengunjungi TN Tanjung Puting karena kalo saya jawab sekarang pasti pada ga percaya.hehehehe.

Di camp leakey ini terasa agak sedikit berbeda dengan camp sebelumnya, karena dari pos saja kami sudah bisa melihat banyak sekali monyet-monyet liar yang menyambut dan ada sekawanan babi hutan yang sedang mencari makan. Mas Zulham membawa kami ke tempat feeding station dengan track yang berbeda dengan pengunjung lain alasannya agar tidak terlalu ramai di perjalanan. Track yang kami lewati sangat sepi dan agak menyeramkan, mas Zulham juga sangat banyak menerangkan mengenai hutan ini, dari pengalaman nya yang pernah tersesat sampai masuk ke sarang buaya. Di hutan ini juga kami menemui pohon beracun yang apabila tersentuh kulit akan menimbulkan infeksi seperti kulit terbakar. Serangga-serangga besar, babi hutan, serta monyet liar juga kami jumpai di track ini.

Saat perjalanan menuju feeding station tiba-tiba kami tersentak ketika melihat orangutan jantan yang sedang bengong di pinggir jalan. Ternyata nama dari orangutan itu adalah Gaja Mada. Orangutan ternyata sangat mirip dengan manusia, mereka memiliki karakter dan ciri khas yang berbeda-beda dan ciri khas tersebut dimilikinya tergantung pada saat kecil dengan siapa mereka dibesarkan. Si Gaja Mada ternyata memiliki sifat kagetan atau latah, kalo kita melakukan gerakan yang tiba-tiba badan dia langsung tersentak seperti kaget, dan itu lumayan menjadikan hiburan bagi kami J.

IMG_4466

Gaja Mada

Feeding station di camp leakey ternyata seperti yang diceritakan mas Zulham, disini ramai sekali pengunjung karena memang memiliki daya Tarik yang luar biasa. Dari mulai pemberian makan sampai selesai kami hampir tidak bisa mendekati garis pembatas karena saking banyaknya pengunjung yang berdesak-desakan. Tapi di Camp Leaky ini juga kami bisa melihat dengan jelas hewan yang bernama Gibbon. Saya juga baru tau dari salah satu temen trip yang berasal dari Jerman. Dia obsesi banget sama yang namanya Gibbon, katanya sepanjang dia traveling ke Indonesia dia Cuma pernah denger suaranya aja tanpa melihat langsung wujud si Gibbon. Setelah pemberian makan selesai, kami langsung kembali menuju klotok dan beristirahat sejenak. Kegiatan selanjutnya seperti biasa, memburu foto-foto hewan yang menjadi maskot Dufan itu. Selain memburu foto bekantan mas Zulham juga mencarikan tempat dimana kami bisa bermalam.

IMG_3357

Sekawanan Bekantan

Malam terakhir kami di Tanjung puting disuguhkan dengan puluhan oh bahkan ratusan oh mungkin ribuan kunang-kunang yang mempertontonkan kelap-kelip cahayanya didepan kami. Saking dekatnya kunang-kunang itu bisa kami pegang dan menempel di kulit. Sambil menikmati kunang-kunang suguhan makan malam yang disajikan juga menambah keindahan malam yang tidak pernah ditemui kalo kita sudah kembali ke Ibu Kota Tercinta.

Hari Ketiga

Hari ketiga diawali dengan kicauan burung-burung dan matahari pagi. Ritual saya adalah naik keatas dek klotok, menyeduh kopi hangat, dan duduk santai selama 1 jam untuk mensyukuri apa yang telah didapat dan bisa dinikmati di Taman Nasional Tanjung Puting ini. Setelah sarapan dan bersih-bersih badan, kami kembali menuju pelabuhan kumai, perjalanan nya agak santai karena memang kami ingin menikmati hari terakhir dengan menelusuri keesotikan sungai sekonyer ini.

IMG_3524IMG_4429

Keindahan Sungai Sekonyer

Sesampainya kembali di pelabuhan kumai, kami langsung dibawa oleh mas Zulham ke tempat oleh-oleh yang ada di pangkalanbun, tempat ini relatif kecil dan menjual semua yang berhubungan dengan Tanjung Puting. Agenda selanjutnya kami dibawa ke kota Pangkalanbun dengan mobil dan menuju ke rumah adat Dayak, sekali lagi mas Zulham mengeluarkan pengetahuannya tentang sejarah dan seluk beluk mengenai suku Dayak di Kalimantan. Penjelasannya sangat detil dan rapih, saya juga sampai tercengang begitu tau adat Dayak dari dulu sampai sekarang itu seperti apa, mulai dari upacara-upacara mereka, upacara kematian, upacara persembahan, dan adat-adat yang ada di Kalimantan. Setelah selesai kami diberikan cinderamata berupa gelang alam yang terbuat dari serat tumbuhan. Dan spesialnya ini adalah buatan tangan dari mas Zulham sendiri, uniknya dari gelang ini adalah umur pakai nya yang bisa berusia 2 tahun. Setelah selesai kami dikembalikan lagi ke bandara karena mengejar pesawat dengan keberangkatan jam 13.15.

Di bandara inilah perjalanan kami selama 3 hari 2 malam di tanjung puting selesai dan saya merasa sangat puas dengan perjalanan ini, karena perjalanan ini bukan hanya untuk refreshing semata tapi ternyata saya mendapatkan banyak pengetahuan mengenai ilmu konservasi, alam, karakteristik orangutan, hewan-hewan liar yang ada di Kalimantan, keindahan sungai Sekonyer, sampai pengetahuan tentang adat Dayak dari Kalimantan. Yap mungkin itu yang disebut temen saya dengan “harta karun” nya.  Mungkin juga itu yang disebut dengan Ekowisata, yang tidak hanya mengedepankan keindahan alam tetapi juga memberikan pendidikan kepada pengunjung tentang arti lingkungan dan konservasi.

Demikian pengalaman saya berekowisata ke Taman Nasional Tanjung Puting. Semoga tulisan ini bisa menginspirasi kalian untuk menyadari betapa kayanya Indonesia dan berharganya lingkungan untuk kita semua.

 

Salam Lestari J

Maintenance System

Maintenance, main-tenis, main-tenan dan beberapa istilah lainnya yang sering kita dengar. Semua istilah tersebut punya arti dan fungsi yang berbeda tergantung dari profesi yang mana yang mengartikan, tapi sebenarnya tujuan nya adalah sama. Kenapa saya mau bahas si Maintenance ini???

Biar ga bingung dan sebelum bahas maintenance saya mau jelasin terlebih dahulu tempat saya bekerja – Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan penghasil CPO (Crude Palm Oil) atau biasa kita sebut minyak keapa sawit-. CPO?? Iya CPO itu asalnya dari kelapa sawit yang diolah dan menghasilkan beberapa produk turunan seperti sabun mandi, sabun cuci, kosmetik, margarin, minyak goreng, dll.

Di perusahaan tempat saya bekerja terdapat 5 divisi utama, diantaranya Tanaman, Pabrik, Teknik, Administrasi, dan SHE (Safety Health and Environment). Kebetulan saya berada di divisi Teknik/Engineering yang sangat berkaitan dengan maintenance system yang sebentar lagi akan saya bahas.

Maintenance secara harfiah kata berarti perawatan. Apa sih yang dirawat? Kenapa harus dirawat? Gimana caranya ngerawat? Jawabannya akan saya ulas disini.

Maintenance berarti mencegah terjadinya keausan dan kerusakan pada komponen yang bererak. Setiap unit yang mempunyai motor penggerak pasti memiliki umur pakai. Umur pakai tersebut biasanya berupa jam kerja unit atau dari jarak yang sudah ditempuh unit tersebut. Nah, apabila kita ingin mempertahankan unit tersebut tetap dalam performa terbaiknya dan sampai batas umurnya maka wajib kita perhatikan perawatan dari unit tersebut, karena apabila kita sembarangan dalam menggunakan dan merawat performa unit tersebut akan berkurang dan mungkin saja tidak sampai umur pakai yang sudah direncanakan.

Secara umum maintenance terbagi atas 3 bagian yaitu:

  1. Predictive maintenance

Maintenance jenis ini merupakan kegiatan perawatan yang dilakukan dengan cara mendeteksi gejala-gejala kerusakan pada komponen unit secara visual dan fungsional. Cara ini sangat berguna untuk memperkecil terjadinya kerusakan dan penyimpangan pada komponen unit yang akan berakibat fatal.

Cara melakukan predictive maintenance ini cukup mudah karena kita hanya perlu memeriksa komponen utama pada unit apakah komponen utama tersebut bekerja dengan baik atau tidak. Sebagai contoh setiap harinya kita melakukan pemeriksaan pada unit Motor Grader di bagian Engine, Transmisi, Hidrolik danElectrical. Apabila ada sesuatu yang tidak beres dengan salah satu komponen tersebut maka bisa kita prediksikan unit Motor Grader ini akan mengalami breakdown. Dari situlah kita bisa mengambil langkah untuk memulai persiapan perbaikan.

MRB

Tabel MRB (Maintenance Recording Board)

Tabel predictive maintenance diatas bisa kita update setiap hari setelah kita melakukan pemeriksaan visual kepada unit-unit kita. Namun apabila ada pekerjaan yang sangat urgent dan hasli pemeriksaan predictive kita mengindiksikan ada yang tidak beres di komponen utama, tindakan perbaikan bisa kita skip dahulu dan biarkan unit menyelesaikan pekerjaannya, setelah itu baru kita menangani permasalahan tersebut, tentunya dengan persiapan yang sudah kita siapkan dari hasil predictive maintenance tadi.

  1. Preventive Maintenance

Maintenance jenis ini adalah perawatan yang dilakukan secara berkala dengan jarak waktu yang sudah ditentukan. Ada 2 bagian dalam preventive maintenance ini, yaitu:

  1. P2H (Pelaksanaan Perawatan Harian)

P2H wajib dilakukan setiap hari oleh operator. Waktu yang tepat dilakukan adalah 1 jam sebelum operator akan melakukan pekerjaan di lapangan. Cara melakukannya dengan memeriksa komponen-komponen yang akan dirawat sesuai dengan standard pabrikan. Apabila ditemukan komponen yang tidak standard maka akan dilakukan pembersihan, pengisian, penyetelan, dan penggantian.

Contoh yang dilakukan adalah pemeriksaan tangki BBM, carter oli, pembersihan kabin, pemeriksaan tekanan ban, tingkat level oli, BBM, kekencangan baut-baut pada unit, dan kesiapan lampu-lampu pada unit.

P2H

Format P2H

  1. Perawatan sesuai Hm atau Km

Perawatan ini terjadwal berdasarkan umur pakai unit tersebut. Di dalam unit terdapat komponen-komponen yang sering kita sebut sebagai fast moving dan consumable goods. Komponen-komponen itulah yang sangat sensitive dengan umur pakai unit dan harus diganti pada saat unit menginjak Hm atau Km tertentu.

Biasanya pada alat berat dilakukan perawatan setiap kelipatan 250 Hm dan pada kendaraan setiap 4000 Km. Komponen yang harus diganti pada kelipatan 250 Hm atau 4000 Km seperti penggantian oli mesin, filter oli, pembersihan air cleaner, steel valve, dan kekencangan belt. Penggantian yang dilakukan setiap 500 Hm atau 8000 Km seperti oli mesin, filter oli, fiter solar, corrosion resistor. Penggatian yang dilakukan stiap 1000 Hm atau 16000 Km lebih banyak seperti oli mesin, oli transmisi, oli final drive, oli tandem drive, oli hidrolik, saringan BBM, saringan oli, saringan oli hidrolik, dan saringan corrosion.

Perawtan ini yang mewajibkan kita untuk meramalkan pembelian sparepart fast moving agar pada saat Hm atau Km tercapai perawatan bisa segera dilakukan.

  1. Breakdown maintenance

Maintenance ini bersifat reactive, artinya dilakukan setelah terjadi kerusakan pada unit atau setelah unit sudah mengalami breakdown. Jenis maintenance ini tidak direncanakan seperti maintenance-maintenance sebelumnya karena penyebab kerusakan dikarenakan tidak adanya perlakuan apa-apa pada komponen unit, tidak ada data untuk dipelajari dan tidak ada analisa kerusakan sehingga tidak bisa diramalkan atau diprediksi.

Contoh kerusakan yang sering terjadi di breakdown maintenance ini adalah spring patah, Chasis retak/patah, bearing rusak, dll. Meskipun kita bisa tahu penyebab kerusakan yang terjadi tapi kita tidak bisa memprediksi kapan komponen-komponen tersebut akan rusak.

Breakdown maintenance ini sebenarnya tidak diharapkan namun kans terjadinya pasti ada, terlebih lagi apabila predictive dan preventive maintenance yang kurang terjdawal pasti akan menyebabkan terjadinya breakdown maintenance.

Ketiga jenis maintenance tersebut adalah jenis-jenis yang umum dan paling banyak digunakan di workshop dalam menerapkan maintenance system. Sebenarnya masih ada yang lebih kompleks lagi mengenai maintenance system apalagi apabila sudah berbicara workshop skala besar. Namun apabila kita bisa memegang dan melaksanakan secara konsisten 3 jenis maintenance tersebut itu sudah sangat membantu  dalam kinerja unit kita dan pasti akan mendapatkan Availability maupun OEE yang sangat bagus. Satu lagi hal yang harus diperhatikan dalam maintenance unit adalah system kerja mekanik dan inventory part yang bagus, Karena kedua hal tersebut merupakan penunjang yang mutlak apabila kita ingin menjalankan maintenance system yang excellent.

Yap sekian sharing ilmu mengenai maintenance yang saya berikan, tema berikutnya saya akan mengulas masalah spare part serta inventory part yang seharusnya dilakukan.

Keep reading  🙂 .